Google

tentangku.blogsome.com

18 December 2007

Dasar Web Design

Filed under: IPTEK, Web Design

Jika anda sudah lama menjelajahi Web, hampir bisa dipastikan anda pasti pernah dong , ketemu web site yang didesign dengan jelek, terutama karena hampir semua orang , jika mereka mau dapat membuat web site , sesuai dengan design HTML pada umumnya. Tidak heran jika banyak web site yang membingungkan, overwhelming, jelek, atau sangat lamba-a-at dipanggil. Tetapi untuk menjadikannya sebuah title profesi , web designer, apalagi webmaster :) jelas tidak segampang itu, anda harus belajar lebih dulu apa itu dasar web design. Dan sekali lagi , itu tidak mudahTapi mengikuti beberapa teori yang mendasari Web Design, yang dibuat oleh para pelopor, mereka yang telah terlebih dahulu berkiprah ,di bidang Web Design , akan dapat membantu anda, jika anda masih mau belajar tentunya :) Mendesign untuk Web membuka daerah kemungkinan yang serba baru , dan pada saat yang sama. Web Design juga lahir dari serangkaian batasan-batasan yang diciptakan oleh dunia Web itu sendiri.Salah satu bedanya aja nih .. saat anda mendesign untuk Web, apa yang anda kerjakan tidak pernah dianggap selesai. sisi positifnya , Anda selalu dapat menambahkan , mengkoreksi , meredesign , menyempurnakan hasil karya ( dalam bentuk Web Site tentunya ) anda. simplenya UPDATE! adalah salah satu kelebihan media Web , Sisi Negatifnya, tentu saja lebih banyak kerja , lebih banyak pikiran dan klien yang belum tentu mengerti Sisi Positif dan Negatif dari Web , jelas akan mempersulit anda. Kembali ke rangkaian batasan Web (limitations of the Web), Lance Arthur dari Glassdog, dalam artikelnya di site tersebut punya teori sbb: " Web Design originates from a field of limitations … Seeing this as a challenge to be overcome instead of a wall of invulnerability may sound like one of those motivational posters that middle managers rely upon, but it applies. The demons that plague you once you’ve settled on the One True Design for your project, whatever it may be, mean you must create perfection… then set about destroying it while attempting to hold onto the best parts of what you’ve created .. " Dan inilah daftar (panjang), batasan-batasan tersebut : PLATFORMISSUE Komputer Mac. menampilkan huruf lebih kecil dari komputer PC. PC mempunyai font default yang berbeda dari Mac. Unix( dan clone-nya) tidak mempunyai font default. Macs menampilkan warna "washed out", PC menampilkan warna "super saturated". dan seterusnya. BROWSERISSUE Netscape mempunyai JavaScript, jadi Microsoft selalu satu langkah di belakang. Microsoft mempunyai JScript dan VBScript dan ActiveX, yang tidak berjalan di Netscape. Tidak ada yang memiliki Java. Plug-in masih diperlukan untuk beberapa Functionality , misalnya Flash. Netscape memasukkan pixel spacing dengan acak dalam cell tabel, frame dan document. Microsoft tidak. Microsoft tidak mengharuskan tag penutup untuk kebanyakan tag HTML ( browser pemaaf ). Netscape mengharuskannnya. Masalah CSS ( Cascading Style Sheets) yang masih berbeda di beberapa penerapannya oleh Microsoft dan Netscape, Microsoft menambahkan CSS filters. Netscape menambahkan JavaScript CSS. dan itu baru dua browser dari sekian browser yang ada. USER ISSUE Users dapat dengan acak memilih resolusi layar dan kedalaman warna. Anda tidak dapat menjamin warna apa yang akan tampil di layar semua user anda. Users dapat mematikan dukungan Java dan JavaScript. Anda tidak dapat menjamin efek halaman HTML berdasarkan fungsi- fungsi ini akan tampil , walaupun di browser yang mendukungnya. Beberapa user menolak mengunjungi site dengan Frame. User yang lain menggunakan browser yang tidak mendukung frame , atau tidak mendukung image , dan lain-lain. ACCESSIBILITYISSUE User yang buta tidak dapat melihat halaman HTML anda, serius .. inilah masalah Accesibility. dan ’screen reader’ yang membacakan kepada mereka adalah satu-satunya solusi. Screen Reader tidak dapat menegosiasikan frame. Screen Reader tidak dapat melihat image yang berisi teks, kecuali anda mencantumkannya di dalam tag ALT. Screen Reader dapat menguatkan kata-kata dengan tag , tapi tidak dalam tag . Lynx users juga tidak dapat melihat image. Lynx User dapat menjelajahi frame, tapi mereka tidak dapat mengetahui isi nya sampai mereka masuk ke dalamnya (frame tersebut). User yang lebih tua mungkin memerlukan ukuran font yang lebih besar untuk membaca halaman HTML anda, yang sangat potensial untuk merusak skema lay-out yang telah anda bikin susah-susah. Beberapa printers mencoba mencetak huruf putih tapi tidak dapat mencetak background gelap. Dan seterusnya. Panjang kan ?Masih menurut Lance Arthur, batasan -batasan baru ini terus bertambah dan karena beberapa sebab , batasan-batasan lama tetap ada. Meninggalkan tiga pilihan untuk Web Designer Memperhitungkan masalah-masalah tersebut di atas, membuat multiple version ( beberapa versi ) dari Web Site anda untuk Platform , Browser, dan Audience yang berbeda. Menerima (baca: Menyerah) bahwa anda tidak akan dapat mentargetkan audience seluas-luasnya untuk menikmati site anda dan membuat perubahan yang mengijinkan akses , minimal untuk contents , misal dengan versi text-only. Melakukan Apa yang anda mau, tanpa kompromi, mengalienasikan beberapa bagian audience anda. Jadi ?Menurut Lance Arthur, bertemanlah dengan batasan-batasn Web tadi. dan menurut beliau lagi, Web Design adalah bisnis yang bikin frustasi , sehingga wajar kalo mereka yang pusing memikirkan hal-hal diatas dibayar mahal. Tingkat kesuksesan seorang Web Designer juga bergantung pada seberapa besar dana, kepercayaan dan kerjasama yang diberikan klien. Anda harus menetapkan di awal proyek Web Design anda : Siapa Target Audience-nya, Apa Kegunaan Site tersebut, dan kemudian meyakinkan klien untuk meninggalkan anda sendiri sampai anda mempunyai sesuatu untuk dipresentasikan. Ada Teori laen yang lebih mudah ?Menyerah sudah ? jangan dulu … ada kok Teori laen , yang (kedengarannya) lebih mudah .. dari Jason Kotke , dari osil8, menurut beliau .. Web design adalah design informasi (information design) sebuah jalan mengkomunikasikan informasi kepada audience anda. Information Design , kedengaran seperti serious stuff ? memang benar! , Orang-orang telah mendesign Informasi bertahun- tahun , bahkan sebelum Web datang , dan mereka akan terus melakukannya bahkan setelah Web tidak ada lagi ( dan itu masih lama sekali , kalaupun hal itu terjadi :) Beberapa orang bilang bahwa Web adalah media yang benar-benar baru, dan karenannya memerlukan pendekatan yang baru juga. Pada dasarnya, Web adalah tentang Komunikasi , anda ingin orang melihat teks, contents, seni anda. dan Komunikasi ( yang efektif ) memerlukan Perencanaan. Demikian menurut beliau , Jason Kotke dari otil8. Sekian dulu Dasar Web Design bagian pertama dari toekangweb, semoga bermanfaat bagi anda, dan nantikan di edisi berikutnya dari toekangweb , lanjutan dari artikel ini , Elemen-elemen dari Web Design … dan Langkah-langkah dalam Web Design menurut Jason Kotke dan Lance Arthur.

TIPS DAN TRIK WEB DESAIN

Filed under: IPTEK, Web Design


Membuat link tanpa garis bawah

Anda tidak suka dengan garis bawah yang terdapat pada link ? Di bawah ini trik yang bisa Anda gunakan untuk menghilangkan garis bawah tersebut 
Link tanpa garis bawah  
Trik tersebut dapat digunakan pada MS Internet Explorer dan Netscape Navigator 4.0 atau lebih.  


Download dari website tanpa menggunakan FTP

Apakah Anda mempunyai web site dan ingin membagikan software dari web site Anda ? Tapi Anda tidak mempunyai akses ke server FTP. Jangan bingung ! Anda tetap bisa melakukannya walaupun tanpa FTP. Caranya : gunakan link yang mengarah pada file download. 
Download file DI SINI  

Pertimbangkan penggunakan Applet Java

Dengan menggunakan aplet Java Anda bisa membuat halaman web yang indah. Tetapi terlalu banyak menggunakan applet Java akan mengakibatkan lambatnya loading. Untuk itu perlu Anda pikirkan "untung - ruginya" sebelum Anda memakai applet Java. Ingat masih banyak netter yang menggunakan komputer dengan akses internet yang lambat.

Tentang Custom Style Sheet (CSS)

Filed under: IPTEK, Web Design


Bagi yang belum pernah mendengan css dalam dunia HTML maka anda akan sangat kehilangan penghematan dalam besarnya file dokumen HTML anda. CSS itu sendiri bekerja menjadi pelengkap pada HTML. Jadi jika anda adalah pendatang baru dalam mempelajari HTML, maka cobalah untuk belajar CSS. Dengan menggunakan CSS ini para web developer dapat memisahkan HTML dari aturan-aturan untuk membentuk tampilan sebuah website sehingga CSS ini dirasa sangat powerfull. Namun memang banyak juga orang yang belajar HTML, tikda begitu menganggap CSS ini sangat penting peranannya padahal kekuatan dan fleksibilitas dari sebuah css sangat tangguh.
So, what exaclty you talking about it, girl…. (meski udah gak girl lagi)
CSS (Cascading Style Sheet) bertugas untuk menetapkan aturan tampilan/style yang akan digunakan pada sebuah website sehingga CSS berperan sebagai pelengkap file HTMl. Jadi meski tikda ada CSS website tetap bisa dibuat, but without CSS, not cool man….


CSS diperkenalkan untuk pengembangan website pada tahun 1996. Nama CSS didapat dari fakta bahwa setiap deklarasi style yang berbeda dapat diletakkan secara berurutan, yang kemudian akan membentuk hubungan parent-child pada setiap style.
Setelah CSS distandarisasikan, Internet Explorer dan Netscape melepas browser terbaru mereka yang telah sesuai atau paling tidak hampir mendekati dengan standar CSS.
CSS adalah sebuah dokumen yang berdiri sendiri dan dapat dimasukkan dalam kode HTML atau sekedar mejadi rujukan oleh HTML dalam pendefinisian style. CSS menggunakan kode2 yang tersusun untuk menetapkan style pda elemen HTML atau dapat juga digunakan membuat style baru yang biasa disebut class.
CSS dapat mengubah besar kecilnya text, mengganti warna background pada sebuah halaman, atau dapat pula mengubah warna border pada tabel, dan masih banyak lagi hal yang dapat dilakukan oleh CSS. Singkatnya, CSS digunakan untuk mengatur susunan tampilan pada halaman HTML.
CSS dapat digunakan untuk menggantikan "span", "b", "u" dan "u", dikarenakan hal berikut:sebuah file css dapat menjadi rujukan banyak halaman HTML. Hanya dibutuhkan 1 baris kode untuk melakukan hal tersebut. Ini berarti akan meminimalkan file2 HTML yang akan dibuat.Jika ingin mengubah tampilan website yang telah dibuat, maka yang perlu dilakukan hanya mengganti baris-baris kode pada css nya saja, tanpa perlu mengutak-atik file-file HTML nya.CSS dapat mengatur banyak atribut pada sebuah halaman secara mudah. Misalnya: warna background, border, shadow, yang berbeda pada masing-masing tag yang digunakan.

Dasar Web Design

Filed under: IPTEK, Web Design

Jika anda sudah lama menjelajahi Web, hampir bisa dipastikan anda pasti pernah dong , ketemu web site yang didesign dengan jelek, terutama karena hampir semua orang , jika mereka mau dapat membuat web site , sesuai dengan design HTML pada umumnya. Tidak heran jika banyak web site yang membingungkan, overwhelming, jelek, atau sangat lamba-a-at dipanggil. Tetapi untuk menjadikannya sebuah title profesi , web designer, apalagi webmaster :) jelas tidak segampang itu, anda harus belajar lebih dulu apa itu dasar web design. Dan sekali lagi , itu tidak mudah Tapi mengikuti beberapa teori yang mendasari Web Design, yang dibuat oleh para pelopor, mereka yang telah terlebih dahulu berkiprah ,di bidang Web Design , akan dapat membantu anda, jika anda masih mau belajar tentunya :) Mendesign untuk Web membuka daerah kemungkinan yang serba baru , dan pada saat yang sama. Web Design juga lahir dari serangkaian batasan-batasan yang diciptakan oleh dunia Web itu sendiri. Salah satu bedanya aja nih .. saat anda mendesign untuk Web, apa yang anda kerjakan tidak pernah dianggap selesai. sisi positifnya , Anda selalu dapat menambahkan , mengkoreksi , meredesign , menyempurnakan hasil karya ( dalam bentuk Web Site tentunya ) anda. simplenya UPDATE! adalah salah satu kelebihan media Web , Sisi Negatifnya, tentu saja lebih banyak kerja , lebih banyak pikiran dan klien yang belum tentu mengerti Sisi Positif dan Negatif dari Web , jelas akan mempersulit anda. Kembali ke rangkaian batasan Web (limitations of the Web), Lance Arthur dari Glassdog, dalam artikelnya di site tersebut punya teori sbb: " Web Design originates from a field of limitations … Seeing this as a challenge to be overcome instead of a wall of invulnerability may sound like one of those motivational posters that middle managers rely upon, but it applies. The demons that plague you once you’ve settled on the One True Design for your project, whatever it may be, mean you must create perfection… then set about destroying it while attempting to hold onto the best parts of what you’ve created .. " Dan inilah daftar (panjang), batasan-batasan tersebut : PLATFORM ISSUE * Komputer Mac. menampilkan huruf lebih kecil dari komputer PC. * PC mempunyai font default yang berbeda dari Mac. * Unix( dan clone-nya) tidak mempunyai font default. * Macs menampilkan warna "washed out", * PC menampilkan warna "super saturated". dan seterusnya. BROWSER ISSUE * Netscape mempunyai JavaScript, jadi Microsoft selalu satu langkah di belakang. * Microsoft mempunyai JScript dan VBScript dan ActiveX, yang tidak berjalan di Netscape. * Tidak ada yang memiliki Java. * Plug-in masih diperlukan untuk beberapa Functionality , misalnya Flash. * Netscape memasukkan pixel spacing dengan acak dalam cell tabel, frame dan document. Microsoft tidak. * Microsoft tidak mengharuskan tag penutup untuk kebanyakan tag HTML ( browser pemaaf ). Netscape mengharuskannnya. * Masalah CSS ( Cascading Style Sheets) yang masih berbeda di beberapa penerapannya oleh Microsoft dan Netscape, * Microsoft menambahkan CSS filters. Netscape menambahkan JavaScript CSS. * dan itu baru dua browser dari sekian browser yang ada. USER ISSUE * Users dapat dengan acak memilih resolusi layar dan kedalaman warna. Anda tidak dapat menjamin warna apa yang akan tampil di layar semua user anda. * Users dapat mematikan dukungan Java dan JavaScript. Anda tidak dapat menjamin efek halaman HTML berdasarkan fungsi- fungsi ini akan tampil , walaupun di browser yang mendukungnya. * Beberapa user menolak mengunjungi site dengan Frame. User yang lain menggunakan browser yang tidak mendukung frame , atau tidak mendukung image , dan lain-lain. ACCESSIBILITY ISSUE * User yang buta tidak dapat melihat halaman HTML anda, serius .. inilah masalah Accesibility. dan ’screen reader’ yang membacakan kepada mereka adalah satu-satunya solusi. * Screen Reader tidak dapat menegosiasikan frame. * Screen Reader tidak dapat melihat image yang berisi teks, kecuali anda mencantumkannya di dalam tag ALT. * Screen Reader dapat menguatkan kata-kata dengan tag , tapi tidak dalam tag . * Lynx users juga tidak dapat melihat image. * Lynx User dapat menjelajahi frame, tapi mereka tidak dapat mengetahui isi nya sampai mereka masuk ke dalamnya (frame tersebut). * User yang lebih tua mungkin memerlukan ukuran font yang lebih besar untuk membaca halaman HTML anda, yang sangat potensial untuk merusak skema lay-out yang telah anda bikin susah-susah. * Beberapa printers mencoba mencetak huruf putih tapi tidak dapat mencetak background gelap. Dan seterusnya. Panjang kan ? Masih menurut Lance Arthur, batasan -batasan baru ini terus bertambah dan karena beberapa sebab , batasan-batasan lama tetap ada. Meninggalkan tiga pilihan untuk Web Designer 1. Memperhitungkan masalah-masalah tersebut di atas, membuat multiple version ( beberapa versi ) dari Web Site anda untuk Platform , Browser, dan Audience yang berbeda. 2. Menerima (baca: Menyerah) bahwa anda tidak akan dapat mentargetkan audience seluas-luasnya untuk menikmati site anda dan membuat perubahan yang mengijinkan akses , minimal untuk contents , misal dengan versi text-only. 3. Melakukan Apa yang anda mau, tanpa kompromi, mengalienasikan beberapa bagian audience anda. Jadi ? Menurut Lance Arthur, bertemanlah dengan batasan-batasn Web tadi. dan menurut beliau lagi, Web Design adalah bisnis yang bikin frustasi , sehingga wajar kalo mereka yang pusing memikirkan hal-hal diatas dibayar mahal. Tingkat kesuksesan seorang Web Designer juga bergantung pada seberapa besar dana, kepercayaan dan kerjasama yang diberikan klien. Anda harus menetapkan di awal proyek Web Design anda : Siapa Target Audience-nya, Apa Kegunaan Site tersebut, dan kemudian meyakinkan klien untuk meninggalkan anda sendiri sampai anda mempunyai sesuatu untuk dipresentasikan. Ada Teori laen yang lebih mudah ? Menyerah sudah ? jangan dulu … ada kok Teori laen , yang (kedengarannya) lebih mudah .. dari Jason Kotke , dari osil8, menurut beliau .. Web design adalah design informasi (information design) sebuah jalan mengkomunikasikan informasi kepada audience anda. Information Design , kedengaran seperti serious stuff ? memang benar! , Orang-orang telah mendesign Informasi bertahun- tahun , bahkan sebelum Web datang , dan mereka akan terus melakukannya bahkan setelah Web tidak ada lagi ( dan itu masih lama sekali , kalaupun hal itu terjadi :) Beberapa orang bilang bahwa Web adalah media yang benar-benar baru, dan karenannya memerlukan pendekatan yang baru juga. Pada dasarnya, Web adalah tentang Komunikasi , anda ingin orang melihat teks, contents, seni anda. dan Komunikasi ( yang efektif ) memerlukan Perencanaan. Demikian menurut beliau , Jason Kotke dari otil8. Sekian dulu Dasar Web Design bagian pertama dari toekangweb, semoga bermanfaat bagi anda, dan nantikan di edisi berikutnya dari toekangweb , lanjutan dari artikel ini , Elemen-elemen dari Web Design … dan Langkah-langkah dalam Web Design menurut Jason Kotke dan Lance Arthur.

Penerapan e-Learning dengan Model Motivasi Komunitas

Filed under: IPTEK, e-Learning

Ceritanya, saya mencoba membuat model berdasarkan strategi-strategi yang saya lakukan dalam implementasi e-Learning, khususnya untuk IlmuKomputer.Com dan beberapa sistem e-Learning lain. Dan jadilah formulasi sederhana bernama Model Motivasi Komunitas alias Community Motivation Model. Saya bungkus formulasi tersebut dalam suatu penelitian sederhana yang saya propose sebagai penelitian individu pada Diklat Peneliti LIPI tahun 2006. Nggak nyangka, dengan judul penelitian ini saya mendapat penghargaan menjadi peneliti terbaik pada Diklat Peneliti LIPI itu …hehehe (narsis mode on). Nah seperti biasa daripada paper 17 halaman ini nongkrong terus di hard disk, tahun ini saya coba kirimkan ke jurnal ilmiah Teknodik yang diterbitkan oleh Pustekkom, Depdiknas. Alhamdulillah atas bantuan teman-teman di Pustekkom (thanks pak Ade, pak Uwes dan pak Gatot ;) ), bisa cepat masuk di Jurnal Teknodik edisi Agustus 2007, tepatnya No. 21/XI/TEKNODIK/AGUSTUS/2007. Nah, daripada juga cuman sedikit dibaca orang di jurnal teknodik, saya share sekalian di blog ini …

Paper saya susun dalam bentuk standard penelitian ilmiah, yaitu pendahuluan, metodologi penelitian, proposed model (model motivasi komunitas), hasil dan pembahasan, dan terakhir penutup. BTW, saya sedang membuat satu tulisan lagi tentang teknik dan metode penelitian untuk skripsi, dan saya akan jadikan penelitian ini sebagai contoh penelitian. Hanya mungkin perlu saya perbaiki format penulisan paper (makalahnya) menjadi format skripsi. Ok mohon sabar menunggu untuk artikel yang satu ini :)

Kembali ke tulisan di jurnal, saya mengambil latar belakang adanya masalah di dunia penerapan e-Learning. Menurut sebuah studi tahun 2000 yang dilakukan oleh Forrester Group kepada 40 perusahaan besar di Amerika menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja (lebih dari 68%) menolak untuk mengikuti pelatihan atau kursus yang menggunakan konsep eLearning. Ketika eLearning itu diwajibkan kepada mereka, 30% menolak untuk mengikutinya [Dublin & Cross, 2003]. Sedangkan studi lain mengindikasikan bahwa dari orang-orang yang mendaftar untuk mengikuti eLearning, 50-80% tidak pernah menyelesaikannya sampai akhir [Delio, 2000].


Nah dari sini, saya approach dengan Model Motivasi Komunitas yang saya buat. Model inilah yang sebenarnya dulu saya terapkan untuk IlmuKomputer.Com dan juga di e-Learning lain. Saya analisa data-data dari hasil pengujian modelnya. Saya uji dan buktikan apakah relasi-relasi antar Konsep atau Subkonsep di Model Motivasi Komunitas tersebut terbukti. Jangan lupa melihat bagian Metodologi Penelitian di makalah untuk menelusuri tahapan penelitian yang saya lakukan. Nah hasil analisanya sendiri secara lengkap ada di bagian Hasil dan Pembahasan. Sebenarnya yang saya lakukan sangat sederhana, disamping variable yang saya uji juga tidak terlalu banyak, tapi paling tidak proses dan tahapan penelitian ilmiahnya tergambar secara jelas. Ini mungkin yang menjadi faktor utama para reviewer di Diklat Peneliti LIPI memberi grade bagus :)

Perkembangan Software E-learning di Indonesia

Filed under: IPTEK, e-Learning


Pengembangan software e-learning di Indonesia saat ini tampak semakin banyak dilakukan baik oleh institusi-institusi pendidikan untuk kepentingan intern proses belajar-mengajarnya, maupun oleh para vendor profesional untuk kepentingan komersial.
Di bidang pendidikan semakin banyak perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia mulai mengembangkan dan mengimplementasikan e-learning untuk melengkapi pola pembelajaran konvensional yang ada. Pengembangan pada umumnya dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan pihak ketiga sebagai implementator, integrator dan penyedia layanan komunikasi. SDM intern di institusi tersebut lebih memfokuskan pada pengembangan content atau materi pembelajaran yang akan disampaikan melalui e-learning tersebut.
Salah satu contoh perkembangan e-learning di bidang pendidikan seperti dilansir Detikinet (21/11/2005) :
Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama dengan 20 puluh universitas dari 11 negara di Asis yang tergabung di proyek School of Internet (SoI) Asia, meluncurkan platform Distance Learning atau pembelajaran jarak jauh generasi terbaru, yang pertama di dunia menggunakan teknologi multicast IPv6. Distance Learning dilaksanakan melalui perkuliahan, seminar, workshops, dan event khusus, baik secara real-time (langsung), maupun secara archived (terekam). Universitas-universitas yang jadi anggota, saling berbagi pengetahuan dan tenaga pengajar untuk keperluan mahasiswa-mahasiswa di 20 universitas ini
Untuk kepentingan komersial, semakin banyak pengembang software di Indonesia yang mengembangkan produk-produk software pembelajaran interaktif yang dapat mendukung e-learning. Beberapa produk yang ada di pasaran dikembangkan dengan konsep yang beragam. Beberapa produk dikembangkan dengan mengacu pada kurikulum pendidikan formal yang berlaku sehingga produk tersebut diharapkan dapat diterapkan dan dimanfaatkan di institusi pendidikan formal mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Pengembang lain memilih mengembangkan produk pembelajaran dengan materi yang bersifat lebih umum.
Beberapa contoh produk software pembelajaran di Indonesia :
• Pesona Fisika dan Pesona Matematika untuk SMP, SMA dari Kuantum Inti Dinamika
• Belajar Matematika Bersama Mr.Sicerdas untuk SD-SMP-SMA dari Wahana Komputer
• Software EduGames Maximize Studio untuk tingkat SD
• Software Anak Cerdas dari Akal Interaktif
• Software Tutorial Komputer dari BambooMedia, dll
Di bidang opernsource, terdapat pula penyedia content e-learning yang saat ini semakin berkembang dan semakin banyak dimanfaatkan yaitu IlmuKomputer.com. Situs e-learning nirlaba ini dikembangkan secara opensource, sehingga pembelajar dapat mengakses dan mendownload material-material tutorial seputar dunia komputer secara gratis.
VIII. Perkembangan Selanjutnya
Untuk masa mendatang, perkembangan e-learning di Indonesia diyakini akan semakin pesat. Terlebih dengan kondisi perekonimian masyarakat yang semakin terpuruk karena dampak kenaikan BBM dan tingkat inflasi yang sedemikian tinggi.
E-learning akan semakin banyak diimplementasikan di universitas-universitas di tanah air. Di sektor korporat, diawali dari perusahaan-perusahaan besar PMA maupun PMDN akan mulai menerapkan kebijakan distance-learning atau pembelajaran jarak jauh untuk pelatihan bagi para eksekutif dan karyawannya, untuk memangkas biaya overhead pelatihan yang tinggi.
Meningkatnya kebutuhan implementasi dan resource e-learning, akan semakin menarik dan mendorong pengembang-pengembang lokal untuk menekuni bidang ini. Produk-produk software pendukung e-learning baik pengembangan content maupun software pengelola e-learning (LMS) akan semakin bermunculan, demikian juga perusahaan yang menyediakan jasa implementator.
Bagaimana perkembangan di dunia, dari hasil riset dapat diketahui gambaran pertumbuhan implementasi e-learning di dunia menurut IDC (International Data Corporation) : total pasar untuk pelatihan di sektor korporat sebesar US$66 miliar, dan rata-rata akan meningkat 5% per tahun. Termasuk di dalamnya pasar pelatihan korporat dengan basis on-line web training akan meningkat dari $2 miliar di tahun 2003 ke $11.5 miliar di tahun 2005.
Kemudian untuk sisi teknologi, software-software e-learning akan dikembangkan mengarah ke konsep Rapid-Development, yaitu pengembangan materi yang mudah dan cepat. Berbagai fitur dan fasilitas yang interaktif dan lengkap akan mempermudah dan mempercepat kita dalam mendesain, menyusun dan mengembangkan berbagai materi pembelajaran untuk mendukung e-learning.

Perkembangan Robot di Indonesia 2004: “Peluang dan Tantangan Teknologi Robot di Indonesia”

Filed under: IPTEK, Robot

Kata "robot" berasal bahasa Chech (Ceko) yang berarti pekerja. Saat ini, secara sadar atau tidak, robot memang telah hadir di dalam kehidupan manusia dalam bentuk yang bermacam-macam. Terdapat bentuk desain robot yang sederhana untuk mengerjakan kegiatan yang mudah atau berulang-ulang. Ada pula robot yang dirancang untuk "berperilaku" sangat kompleks dan sampai batas tertentu dapat mengontrol dirinya sendiri. Di kalangan umum pengertian robot selalu dikaitkan dengan "makhluk hidup" berbentuk orang maupun binatang yang terbuat dari logam dan bertenaga listrik. Sementara itu dalam arti luas robot berarti alat yang dalam batas-batas tertentu dapat bekerja sendiri (otomatis) sesuai dengan perintah yang sudah diberikan oleh perancangnya. Dengan pengertian ini sangat erat hubungan antara robot dan otomatisasi sehingga dapat dipahami bahwa hampir setiap aktivitas kehidupan modern makin tergantung pada robot dan otomatisasi.

Kontes Robot Indonesia telah diselenggarakan sejak tahun 1990 oleh Depdiknas. Bahkan salah satu wakil Indonesia pada tahun 2001 yaitu tim B-Cak dari PENS-ITS telah memenangkan Juara Pertama pada Asia Pasific Broadcasting (ABU) Robocon yang diselenggarakan di Tokyo. Pada tahun 2004 ini Kontes Robot Indonesia akan mengirim pemenangnya untuk mewakili Indonesia di dalam kontes internasional di Seoul - Korea Selatan pada bulan September 2004.

Mencermati pengembangan Sumber Daya Manusia Indonesia untuk dapat menguasai teknologi robot, maka Sejak tahun 80an kebijakan nasional pengembangan ristek telah mendukung litbang permesinan otomatis. Hal ini dapat dilihat dari dikembangkannya laboratorium-laboratorium seperti : MEPPO (Mesin perkakas Teknik Produksi dan Otomasi) yang merupakan kerjasama antara BPPT dengan ITB dan industri strategis, serta LET (Laboratorium Elektronika Terapan) di LIPI. Sejak itu, berbagai permesinan otomatis / robot telah berhasil dikembangkan, diproduksi dan dikomersialisasikan di berbagai industri, baik industri strategis maupun yang lainnya. Dalam pengembangannya terkini telah dapat dikembangkan pula produk robot yang mampu mengontrol seluruh system operasi suatu pabrik.

Sejak tahun 80an pengembangan dan peggunaan permesinan otomatis telah dilakukan terutama melalui kelompok industri strategis, seperti : PT PINDAD (system, peralatan, dll.), PT LEN Industri (IT, perangkat lunak, komputasi), PT Bharata dan PT BBI (pengecoran presisi untuk membuat bagian-bagian mesin), dll. Selain itu, PT DI dan PT PAL sebagai pengguna permesinan otomatis, telah memiliki knowledge yang tinggi dalam mengoperasikan robot untuk teknik pesawat terbang dan teknik perkapalan.

Dimulai pada tahun 2001, Kementerian Ristek bekerjasama dengan Depdiknas telah mempromosikan pemenang Kontes Robot Indonesia dalam pameran Ristek tahunan yaitu RITECH EXPO (Research, Inovation, Technology Expo) di Balai Sidang Jakarta. Pameran tersebut berhasil menarik minat masyarakat untuk menyaksikannya.

Dalam rangka Kontes Robot Indonesia 2004, Kementerian Ristek bekerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional - Fakultas Teknik Universitas Indonesia menyelenggarakan semiloka (seminar dan lokakarya) Perkembangan Robot di Indonesia 2004 dengan thema "Peluang dan Tantangan Teknologi Robot di Indonesia". Semiloka ini diadakan dengan maksud untuk mempertemukan para pihak yang berkepentingan akan pengembangan teknologi robot, a.l. : peminat bidang robot, peserta kontes, dosen, praktisi dari industri dan pemerintah yang berwenang dalam pembuatan kebijakan publik yang berkenaan dengan aplikasi robot. Tujuan dari semiloka ini adalah agar para stakeholder tersebut dapat bertukar informasi terbaru dan aware terhadap isue teknologi robot yang berkembang saat ini. Sasaran yang ingin di capai dengan semiloka ini adalah terdifusinya teknologi robot ke kalangan masyarakat yang lebih luas.

Pihak mahasiswa diharapkan dapat memperoleh informasi tentang kebijakan pemerintah dan kebutuhan industri dalam hal penggunaan robot. Di samping itu, peserta Kontes Robot Indonesia juga dapat memperoleh informasi dari pihak penyelenggara tentang ketentuan Kontes. Pihak industri diharapkan dapat memperoleh informasi tentang kemampuan perguruan tinggi dalam mengembangkan teknologi robot.

Semiloka diadakan pada hari Kamis, 8 Juli 2004, jam 08.00-13.00 WIB di Ruang Chevron-Texaco, pada Kantor Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.

Topik Bahasan dalam semiloka ini meliputi:
1.Sebagai makalah kunci : Peran Riset dan Teknologi di Bidang Perekayasaan Robot dalam Pembangunan Nasional (oleh Dr. Wendy Aritenang, MSc, Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek, Kementerian Ristek);
2.Pemanfaatan Robot dalam Dunia Industri di Indonesia (oleh Dr. lr. Taufiq Rochim Kepala BBLM, IDKM, Deperindag, Bandung)
3.Pemanfaatan Robot dalam Dunia Industri Dilihat dari Kebutuhan Kompetisi Global dan Dukungan Kebijakan Pemerintah yang Diperlukan. (oleh Dr. Ir. Hesti Purwanto, MSc. Staf Ahli Direktur Pengembangan Usaha PT. PAL)
4.Pengalaman Sebagai Pemenang Lomba yang Meliputi Dampak Terhadap Karier Mahasiwa, Reputasi Jurusan (bidang studi), dan Aplikasi Teknologi Robot yang telah dikuasai. (oleh DR. Dadet Pramadihamto, M.Eng, Pemenang Kontes Robot Internasional 2002 di Jepang (Tim ITS Surabaya)
5.Ketentuan Kontes Robot Indonesia, Faktor Penyebab Kegagalan dan Kiat-Kiat Menuju Kemenangan (Dr. Mulyo Widodo, Ketua Tim Juri Robot Nasional 2004).

LINUX???

Filed under: IPTEK, Sistem Operasi

Linux atau GNU/Linux adalah sistem operasi bebas yang sangat populer. Istilah Linux atau GNU/Linux (GNU) juga digunakan bagi merujuk kepada keseluruhan edaran Linux (Linux distribution), yang selalunya disertakan program-program lain selain Sistem Pengoperasian. Contoh-contoh program adalah seperti Server Web, Bahasa Pengaturcaraan, Basis Data, Persekitaran Desktop (Desktop environment) (seperti GNOME dan KDE), dan suite kantor (office suite) seperti OpenOffice.org. Edaran-edaran Linux telah mengalami pertumbuhan yang pesat dari segi kepopuleran, sehingga lebih populer dari versi UNIX yang propritari (proprietary) dan mula menandingi dominasi Microsoft Windows dalam beberapa kasus.Linux menyokong banyak Perkakasan Komputer, dan telah diguna di dalam berbagai peralatan dari Komputer pribadi sampai Superkomputer dan Sistem Benam (Embedded System) (seperti Telefon Mudahalih dan Perekam Video pribadi Tivo).Pada mulanya, ia dibuat dan digunakan oleh peminatnya saja. Kini Linux telah mendapat sokongan dari perusahaan besar seperti IBM, dan Hewlett-Packarddan perusahaan besar lain. Para penganalisa menujukan kejayaannya ini disebabkan karena Linus tidak bergantung kepada vendor (vendor-independence), biaya perkakasan yang rendah, dan kepantasannya berbanding versi UNIX proprietari, serta faktor keselamatan dan kestabilannya berbanding dengan Microsoft Windows. Ciri-ciri ini juga menjadi bukti atas keunggulan model pembangunan sumber terbuka.SejarahKernel Linux pada mulanya ditulis sebagai hobi oleh pelajar universitas Finland Linus Torvalds yang belajar di Universitas Helsinki, untuk membuat kernel Minix yang bebas dan dapat sunting. (Minix adalah projek pelajaran menyerupai UNIX direka untuk mudah dan bukannya untuk kegunaan perniagaan.) Versi 0.01 dikeluarkan ke Internet pada September 1991, Versi 0.02 pada 5 Oktober 1991. [1]Berikutnya, beribu-ribu penulis program sukarelawan seluruh dunia telah menyertai projek ini.Sejarah sistem pengoperasian berdasarkan Linux berkaitan arat dengan projek GNU, projek program bebas terkenal diketuai oleh Richard Stallman. Projek GNU bermula pada 1983 untuk membuat sistem pengoperasian seperti Unix lengkap — kompiler, utiliti aplikasi, utiliti pembangunan dan seterusnya — dikarang sepenuhnya dengan Program Bebas. Pada 1991, apabila versi pertama kerangka Linux ditulis, projek GNU project telah menghasilkan hampir kesemua komponen sistem ini — kecuali kernel. Torvalds dan pembangun kernel seperti Linux menyesuaikan kernel mereka supaya dapat berfungsi dengan komponen GNU, dan seterusnya mengeluarkan Sistem Pengoperasian yang cukup berfungsi. Oleh itu, Linux melengkapkan ruang terakhir dalam rancangan GNU.Walaupun kernel Linux dilisensikan di bawah GNU General Public License, ia bukannya sebesar dari projek GNU.Tux, seekor Penguin, merupakan logo dan maskot bagi Linux. Linux adalah tandaniaga (SN: 1916230) yang dimiliki oleh Linus Torvalds. Linux terdaftar sebagai "Program sistem pengoperasian komputer bagi penggunaan komputer dan operasi". Tandaniaga ini diletak setelah berlaku suatu kejadian di mana seorang pemalsu bernama William R Della Croce Jr mula menghantar surat kepada para pengedar Linux yang megklaim tandaniaga Linux adalah kepunyaannya serta meminta royalti sebanyak 10% dari mereka. Para pengedar Linux mulai mendorong agar tandaniaga yang asal diberi kepada Linus Torvalds. Perlisensian tandaniaga Linux sekarang dikendali oleh Linux Mark Institute.Distribusi LinuxLihat juga Distribusi LinuxTerdapat banyak edaran atau distribusi Linux (lebih dikenali sebagai Distro), yang dibuat oleh individu, grup, dan lembaga lain. Masing masingnya mungkin disertakan dengan program sistem dan program aplikasi tambahan, di samping menyertakan suatu program yang memasang keseluruhan sistem dalam komputer baru.Inti bagi setiap edaran Linux adalah Kernel Linux, koleksi program dari projek GNU (atau projek lain), shell, dan aturcara utiliti seperti pustaka (libraries), Kompiler, dan Pengedit (editor). Kebanyakan sistem juga menyertakan aturcara dan utiliti yang bukan-GNU, bagaimanapun utiliti tersebut dapat diasingkan dan masih menyediakan sistem ala-Unix. Beberapa contoh adalah aturcara dan utiliti dari BSD dan Sistem Tetingkap-X (X-Window System). X menyediakan Antaramuka Grafik (GUI) yang asas bagi sistem Linux.Aplikasi Sistem Pengoperasian berdasarkan LinuxPengguna Linux, yang secara tradisinya perlu memasang dan melakukan konfigurasi terhadap sistem sendiri, lebih cenderung mengerti teknologi dibanding pengguna Microsoft Windows atau Mac OS. Mereka sering disebut "hacker" atau "geek". Namun stereotipe ini semakin berkurang dengan peningkatan sifat ramah-pengguna dan makin luasnya pengguna edaran Linux. Linux telah membuat pencapaian yang agak baik dalam pasaran komputer server dan komputer tujuan khusus. Contohnya, mesin render gambar, dan servis web. Linux juga mulai populer dalam pasaran komputer "desktop".Linux merupakan asas kepada kombinasi program-server LAMP, kependekan dari Linux, Apache, MySQL, Perl/PHP,Python. LAMP telah mencapai kepopuleran yang luas di kalangan pembangun Web.Linux juga sering digunakan sebagai Sistem Pengoperasian Benam. Biaya Linux yang murah memungkinkan penggunaannya dalam peralatan seperti Simputer, yaitu komputer biaya rendah yang disasarkan pada penduduk berpendapatan rendah di Negara-negara Membangun.Dengan Persekitaran Desktop seperti KDE dan GNOME, Linux menawarkan Antarmuka Pengguna yang lebih menyerupai Apple Macintosh atau Microsoft Windows dari Antarmuka Baris Arahan seperti Unix. Justru itu, lebih banyak program grafik dapat didapati pada Linux, yang menawarkan berbagai fungsi yang ada pada utiliti komersil.Pasaran serta dapatpakaiLinux yang pada awalnya hanya merupakan sistem pengoperasian yang digunakan oleh peminat komputer, telah menjadi sistem yang lebih Ramah-pengguna, dengan antaramuka grafik yang berbagai macam aplikasi yang lebih mirip sistem pengoperasian konsumer lain, dari baris arahan Unix. Namun kesan ini telah menimbulkan kritikan ramai, termasuk dari penyokong Linux. Mereka berpendapat bahwa Linux dan projek program bebas masih belum mencapai faktor ke’dapatpakai’an yang memuaskan. Persoalan tentang ke’dapatpakai’an Linux berbanding Windows atau Macintosh masih menjadi isu perdebatan yang hangat. Pasaran Linux dalam komputer "desktop" masih agak kecil tapi semakin berkembang. Menurut Lembaga Penyelidikan Pasaran IDC, besar pasaran bagi Linux pada tahun 2002 adalah 25% bagi pasaran server, dan 2.8% bagi pasaran Komputer pribadi.Bagi mereka yang hanya biasa menggunakan Windows atau Macintosh, Linux mungkin kelihatan lebih sukar disebabkan perbedaan dalam melakukan berbagai kerja komputer. Dan lagi, lebih mudah untuk mencari sokongan teknis bagi Windows atau Mac OS dibandingkan Linux. Tambahan lagi, secara lazimnya pengguna perlu menukar program yang sering digunakan, disebabkan program tersebut tidak didapati dalam Linux (atau pilihan yang agak terbatas, terutamanya permainan komputer). Faktor lain adalah sifat ragu-ragu pengguna yang merasa susah untuk melepaskan sistem pengoperasian mereka (banyak pengguna masih menggunakan versi Windows yang lama). Selain itu, kebanyakan komputer didatangkan dengan Windows sedia dipasang (preinstalled). Faktor-faktor ini menyebabkan perkembangan Linux yang agak lambat.Walau bagaimanapun, kelebihan Linux seperti biaya rendah, sekuritas yang lebih aman, dan tidak bergantung pada vendor, telah menggalakkan penggunaan yang meluas di kalangan koperasi dan kerajaan. Dalam situasi ini, halangan yang disebut di atas dapat dikurangkan karena hanya aplikasi/utiliti yang terbatas digunakan, serta kerja pentadbiran komputer (administration) dikendalikan oleh sekumpulan pekerja pakar IT yang sedikit.Terdapat berbagai kajian yang dilakukan terbatas biaya serta ke’dapatpakai’an Linux. Relevantive, (sebuah lembaga berpusat di Berlin, yang mengkhusus dalam rundingan lembaga tentang ke’dapatpakai’an program, serta servis web), telah membuat kesimpulan bahawa ke’dapatpakai’an Linux bagi pekerjaan dengan komputer "desktop" adalah hampir sama dengan Windows XP. Bagaimanapun, kajian oleh IDC (yang dibiayai oleh Microsoft) mengklaim bahwa Linux mempunyai biaya pemilikan (Total Cost of Ownership) yang lebih tinggi berbanding Windows.Linux juga sering dikritik karena jadwal pembangunannya yang tidak dapat diduga. Secara langsung, menyebabkan pengguna Enterprise kurang selesa dengan Linux dibanding sistem pengoperasian lain (Sumber:Marcinkowski, 2003). Pilihan yang banyak dalam edaran Linux juga dikatakan mengelirukan konsumer, dan vendor program.[sunting]InstalasiProses pemasangan yang sukar sering-kali menjadi penghalang bagi pengguna baru, namun proses ini sekarang menjadi lebih mudah akhir akhir ini. Dengan penerimaan Linux oleh beberapa pengeluar PC (Komputer pribadi) terbesar, komputer yang disedia-pasang dengan edaran Linux dapat didapati. Ada juga edaran Linux yang dimana Linux di-boot secara terus dari Live CD tanpa perlu memasangnya ke dalam Hard Disk. Contoh-contoh edaran Linux berbentuk Live CD adalah Knoppix/Gnoppix dan Gentoo. Gambar ISO bagi CD untuk edaran Linux tersebut biasanya dapat dimuat turun dari Internet, ditulis ke CD, dan selanjutnya membootkan CD tersebut.[sunting]KonfigurasiKonfigurasi bagi kebanyakan setting Linux seringkali perlu dilakukan menerusi penyuntingan berkas teks dalam direktori /etc. Terdapat juga utiliti seperti Linuxconf dan GNOME System Tools yang bertujuan memudahkan kerja ini dengan menyediakan antaramuka grafik. Namun baris arahan merupakan cara paling lazim digunakan.DukunganDukungan bagi Linux biasanya didapatkan menerusi peer(dalam konteks ini bermaksud rakan dalam talian) - pengguna Linux lain di dalam forum internet, newsgroup dan senarai mel. Kumpulan Pengguna Linux (LUG, Linux User Group) telah didirikan di sulurh dunia untuk membantu pengguna lokal, pengguna baru, dan pengguna berpengalaman. Bantuan termasuk pemasangan, penggunaan, penyelenggaraan serta menggalakkan perkembangan sistem Linux.Pembekalan komersil bagi edaran Linux secara umumnya mengamalkan model perniagaan dengan menyediakan sokongan. Sokongan partai ketiga juga sudah tersediaSkala Usaha Pembangunan LinuxSebuah studi (More Than a Gigabuck: Estimating GNU/Linux’s Size [2]) Terhadap Red Hat Linux 7.1 menemukan bahwa edaran ini berisi 30 juta baris kode source (‘’source lines of code (SLOC)’’). Menggunakan model biaya COCOMO studi ini menunjukan bahwa edaran ini memerlukan waktu pengembangan sebanyak 8000 tahun, apabila software ini di kembangkan dengan cara proprietasi konvensional. Dan akan memakan sekitar 1.08 miliar dolar (dolar tahun 2000) untuk di kembangkan di Amerika Serikat.Mayoritas dari kode (71%) ditulis dalam C, namun banyak bahasa lain digunakan, termasuk C++ shell scripts, Lisp, assembly language, Perl, Fortran dan Python.Sekitar setengah dari kodenya di lisensikan di bawah GPL.Kernel Linux kernel mengandung 2.4 juta baris kode, atau sekitar 8% dari total, Menunjukan bahwa mayoritas dari edaran Linux terdiri dari kode yang tidak terkandung dalam Kernel Linux.[sunting]"GNU/Linux"Lihat Kontroversi Penamaan GNU/LinuxDisebabkan utiliti-utiliti dari projek sistem pengoperasian bebas GNU - tanpa ini sistem Linux tidak akan menyerupai sistem Unix dalam perspektif pengguna - Richard Stallman dari GNU/FSF memohon agar kombinasi sistem (projek GNU dan kernel Linux), disebut sebagai "GNU/Linux". Pengguna edaran Linux dari projek Debian lebih cenderung menggunakan nama tersebut. Kebanyakan pengguna lebih mudah menggunakan istilah "Linux".Tindakan Undang-undang (Litigasi)Artikel utama: SCO Vs IBM Pada bulan Mac 2003, Kumpulan SCO (SCOG - SCO Group) telah mengeluarkan saman terbatasap IBM yang mengklaim bahwa IBM telah memasukkan sebesar dari bahan intelektual milik SCOG ke dalam kernel Linux, di mana ia merupakan pelanggaran terbatasap lisensi IBM untuk menggunakan UNIX. Lisensi tersebut dikatakan dipegang oleh Kumpulan SCO. Tambahan lagi, Kumpulan SCO juga telah mengirim surat kepada beberapa lembaga dan memberi amaran tentang penggunaan Linux tanpa lisensi dari kumpulan SCO akan menerima tindakan dari mereka. Kumpulan SCO juga mengeluarkan pernyataan pada media massa yang mereka akan menyaman pengguna Linux selanjutnya. Kontroversi ini telah mencetus beberapa kecaman oleh Kumpulan SCO terbatasap Novell, DaimlerChrysler, dan AutoZone, selain saman balik oleh Red Hat dan pihak lain terbatasap SCOG.

Mengenals OS BSD

Filed under: IPTEK, Sistem Operasi

Ada banyak sekali tulisan-tulisan yang membahas tentang BSD, baik tulisan mengenai sejarah, system administrasi, sampai penggunaan BSD kepada end-user sebagai desktop. Tulisan ini memperkenalkan BSD sebagai alternatif lain dari Linux untuk memenuhi kebutuhan akan UNIX-like operating system di Indonesia. Dalam tulisan ini pula, dibahas mengenai beberapa hal yang membedakan antara Linux dan BSD, namun tidak memutuskan mana yang paling baik, karena untuk menentukan mana operating system yang paling baik digunakan adalah Anda sendiri.

Sejarah

Hampir semua orang telah mendengar Linux saat ini. Namun apa itu BSD? BSD adalah singkatan dari Berkeley Software Distribution. BSD pertama kali dibangun dan dikembangkan oleh Computer System Research Group (CSRG) di University of California at Berkeley (UCB), BSD pertama kali keluar pada akhir 1977 sebagai paket tambahan dan patch dari AT&T UNIX version 6, yang mana waktu itu beroperasi pada mesin PDP-11 minicomputer.

BSD pada akhirnya banyak memberikan kontribusi berharga pada pengembangan UNIX secara umum. Ada banyak fitur yang pertama kali diperkenalkan oleh BSD dan beberapa diadopsi dari AT&T dan vendor-vendor lainnya.

BSD dibuat, dikembangkan, dan digunakan secara BEBAS sebagai perlawanan terhadap lisensi UNIX yang dimiliki oleh AT&T dan oleh karena itu BSD mempunyai lisensi tersendiri yang memungkinkan setiap orang bebas melakukan pengembangan, dan menggunakan source code BSD. Pada tahun 1993, 4.4BSD dirilis sebagai sebuah Operating System yang utuh. Untuk sejarah lengkap BSD di CSRG, mulai sejarah dari jaman kuda, motivasi orang-orang yang pertama kali mengerjakannya, sampai perseteruan lisensi dan hak cipta dengan AT&T, saya mereferensikan Anda untuk membaca tulisan yang dibuat oleh Kirk McKusick , “Twenty Years of Berkeley Unix“.

Saat ini, BSD tersedia secara bebas, dan memiliki fungsi utuh dari UNIX operating system.

Distribusi Varian BSD

Semenjak CSRG tidak lagi aktif, beberapa turunan 4.4BSD muncul, dan beberapa diantaranya menjadi produk komersial.

BSD/OS

Berkeley Software Design, Inc., didirikan oleh beberapa pendiri awal developer CSRG sebagai kelanjutan dari pengembangan BSD dalam sisi komersial. BSD/OS telah mendukung untuk banyak platform, seperti i386 dan sparc, yang biasanya dipasarkan dengan memasukkan beberapa applikasi Internet.

Pada tahun 2000, BSDI bergabung dengan Walnut Creek CDROM, sebuah perusahaan yang secara finansial mendukung juga OS FreeBSD . BSD/OS akan dilanjutkan sebagai sebuah produk yang terpisah, namun seperti yang diharapkan, BSD/OS dan FreeBSd source tree akan digabungkan.

DarwinOS

DarwinOS adalah bagian penting open-source operating system baru Apple, Mac OS X. Darwin mengimplementasikan kepribadian 4.4BSD dan userland pada sebuah mikrokernel Mach, dengan FreeBSD sebagai referensi utama. Walaupun ditujukan pada platforn pps Apple, namun system ini juga sedang dikembangkan untuk platform i386.

FreeBSD

FreeBSD mengoptimalkan penggunaan platform PC. FreeBSD menyediakan kemudahan installasi dan dukungan yang luas terhadap hardware PC. FreeBSD mendukung arsitektur i386 dan alpha, dan pengembangan FreeBSD pada beberapa platform juga telah dilakukan. FreeBSD juga digunakan pada server-server yang memiliki traffic dan kinerja yang cukup tinggi untuk service WWW dan FTP seperti www.yahoo.com dan ftp.cdrom.com.

NetBSD

NetBSD memfokuskan pengembangan pada penyediaan operating system untuk banyak platforms, dari sebuah palmtop sampai server alpha yang besar. NetBSD berjalan pada hampir semua mesin dimana orang menginginkan UNIX sebagai Operating Systemnya.

OpenBSD

OpenBSD memfokuskan pengembangan pada security dan cryptography. Proyek pengembangan ini terpisah dari proyek NetBSD pada tahun 1995 sebagai akibat perselisihpahaman antara Theo de Raadt dengan NetBSD core team lainnya. OpenBSD saat ini setidaknya telah mendukung lebih dari 10 platforms, dengan beberapa proses pengembangan lebih terstruktur. Tim OpenBSD juga telah menghasilkan sebuah applikasi OpenSSH , sebuah implementasi untuk memenuhi kebutuhan Secure Shell untuk pekerjaan secara remote.Lalu, seberapa besar perbedaan FreeBSD , NetBSD , dan OpenBSD ? Secara praktis, tidak banyak bedanya. Namun dari ketiganya justru berbeda jauh jika dibandingkan dengan distribusi Linux, yang mungkin bisa dipersempit dari sisi sudut pandang pengguna, dan sysadmin. Dan dari ketiga distribusi BSD tersebut terdapat sharing source code antar proyek dengan memfasilitasi lisensi yang sama.

Model Pengembangan

Sangat kontra dengan beberapa advokasi Linux, pengembangan BSD tidak mengikuti sebuah model katedral (piramid??). Secara hirarki terorganisir namun tidak tertutup. Terdapat tiga tingkatan dalam developer BSD, yaitu:

Contributor

Contributor adalah developer yang menulis code, patch, atau dokumentasi namun tidak memiliki hak untuk menulis atau membuat sebuah file dalam source tree. Jika pekerjaan yang mereka lakukan ingin dimasukkan, maka harus diperiksa terlebih dahulu oleh seorang commiter atau dengan persetujuan beberapa orang commiter.

Commiter

Commiter adalah developer yang memiliki hak menulis dan mengakses source tree, dalam lingkup CVS, memiliki hak commit. Secara tipikal, seorang commiter bekerja hanya pada bagian-bagian terpilih dari keseluruhan project.

Core Team

Core Team membimbing secara keseluruhan arah dan tujuan proyek, dan membuat keputusan akhir dalam kasus perselisihpahaman antar developer mengenai source code atau hal-hal lainnya. ( OpenBSD tidak mempunyai core team secara formal, namun Theo de Raadt betugas sebagai pemimpin proyek.)

Setiap orang dapat menjadi contributor, dengan mengirimkan patch, atau membenarkan kesalahan-tulis dalam sebuah halaman manual. Orang-orang yang mengkontribusikan banyak hal, atau berkompeten dalam sebuah area proyek akan dipromosikan menjadi commiter, hal ini ditujukan untuk menjagai commiter yang lain memeriksa terlalu banyak hal pada waktu yang sama.

Integrasi System

Kunci perbedaan antara BSD dan Linux yang dapat disimpulkan adalah integrasi, yang berarti sebuah proses dan hasil dari proses tersebut. Setiap distribusi BSD adalah sebuah proyek tunggal. Sedangkan distribusi Linux dengan kata lain adalah mengkombinasikan beberapa proyek, dan banyak diantaranya tidak spesifik pada proyek Linux itu sendiri. Ada sebuah proyek pembangunan kernel yang dipimpin oleh Linus Torvalds, ada proyek pembangunan dan pengembangan library C, namun ada juga proyek yang tidak berhubungan dengan Linux seperti GNU yang menyediakan berbagai variasi tool, dan lain-lain.

Di BSD, para developer adalah sang integrator. Katakanlah seseorang ingin mengubah output, ps -ax, maka dia harus bertanggungjawab untuk menjaga semua script yang bergantung pada format output ps(1) yang akan diadaptasi. Dalam dunia Linux, system integrator yang menggabungkan banyak proyek yang berbeda-beda menjadi sebuah distribusi biasanya bukan developer dari proyek tersebut. Sebagai hasil dari system integrasi BSD sangat kecil, halaman-halaman manual semakin lengkap, program-program beroperasi lebih baik, dan ada banyak perubahaan yang lebih baik pada system.

Seringkali disebutkan perbedaan-perbedaan antara BSD dan Linux adalah hasi dari penyatuan BSD sebagai proyek tunggal. Sebuah base dari system BSD dimasukkan kedalam sebuah CVS tree, sehingga semua perubahan dapat terkontrol secara langsung, dan dari sana, sebuah source tree dapat diambil dan dikompilasikan dengan satu kali proses kerja. Hal ini yang dikenal sebagai proses make world, dari sebuah proses tunggal yang membangun ulang semua system.

Aplikasi di BSD

Sebagai implementasi kelengkapan sebuah distribusi, terdapat sebuah aturan dalam memfasilitasi installasi sebuah software kedalam distribusi BSD. Banyak software yang secara tipikal berkaitan erat dengan system Linux, namun ternyata tidak spesifik dibuat khusus untuk Linux, dapat dibangun pada system UNIX apapun, termasuk BSD. BSD memiliki ports dan packages yang diperkenalkan pertama kali di FreeBSD , yang kemudian diadaptasi oleh NetBSD dan OpenBSD . ( NetBSD mencoba menghindari kerancuan istilah “port” karena dalam system NetBSD , porting adalah pekerjaan membuat atau memodifikasi system terhadap suatu arsitektur atau platform tertentu, NetBSD menyebutnya sebagai “packages” dan “pre-compiled packages”).

Sebuah package adalah software yang telah dicompile dan siap dijalankan, kira-kira sepadan dengan package yang digunakan oleh distribusi Linux (sebagai contoh RPM). Secara teknis, package tersebut dibundel manjadi sebuah kompresi tarball (.tgz), yang menyertakan file-file yang akan diinstall, ditambah dengan beberapa informasi penting lainnya berkenaan dengan software yang diinstall tersebut.

Package diinstall kedalam ${PREFIX} yang sudah terkonfigurasikan, dan secara default adalah /usr/local,/usr/ X11R6 , atau pada system NetBSD /usr/pkg. Installasi didaftarkan pada sebuah direktori database /var/db/package/nama_package. Pengaturan package dilakukan dengan berbagai tools pkg_*, seperti pkg_add (1), pkg_delete(1), dan pkg_info(1).Sebuah port adalah kerangka kerja untuk membuat sebuah package. Secara fungsional, sebuah port sama dengan SPRM, namun bagaimanapun, port tidak menyertakan source tarball dari software. Biasanya kumpulan port disimpan pada direktory /usr/port/kategori, atau pada NetBSD disimpan pada /usr/pkgsrc. Sebuah port terdiri dari sebuah directory tree dengan beberapa file.

BSD tidak membuat sebuah tool seperti rpm(1) untuk membangun sebuah port, melainkan dengan sebuah infrastuktur berbasis make(1). Sebuah Makefile adalah kunci utama sebuah port, ada sangat banyak variable dalam sebuah makefile yang memungkinkan melakukan tindakan build dengan lebih cermat dan pada umumnya terdapat 2000 sampai 3000 baris dalam sebuah makefile, oleh karena itu dalam lingkungan BSD, makefile tersebut disertakan dalam file bsd.port.mk, sedangkan Makefile yang ada pada port hanya berisi variable yang ingin disertakan menjadi sebuah package.

System Administrasi

Seperti operating system lainnya, BSD memiliki gaya/style tersendiri. BSD tidak menyediakan sebuah tool administrasi seperti SMIT pada AIX, SAM pada HP-UX, atau YaST pada SuSE . Konfigurasi dari system ditanggani dengan mengedit file teks dalam direktori /etc, dan ada banyak konfigurasi pada saat startup dikumpulkan pada sebuah file /etc/rc.conf seperti:

— console: font, keymap, screensaver — network: interface, firewall, NAT — daemon: sendmail, lpd, ntp

Walaupun BSD system menyertakan sebuah kernel default, namun sangat disarankan untuk membuat sebuah custom kernel dengan tujuan membuat perampingan pada system, menggunakan hanya driver yang benar-benar dibutuhkan, mempercepat waktu loading, dan menghemat memory. Berikut adalah cara untuk membuat kernel custom:

— membuat atau mengedit konfigurasi kernel berdasarkan kernel GENERIC di /sys/arch/`arch`/conf/NAMA_KERNEL ( FreeBSD : /sys/`arch`/conf) — jalankan config(8), dan make(1).

BSD menyediakan sebuah cara professional untuk melakukan report dan melacak permasalahan yang ada, serta mengumpulkan feedback dari pengguna. Dengan menggunakan send-pr(1) ( OpenBSD : sendbug) yang akan memberikan penjelasan detail permasalahan yang dihadapi, dan mengisi formulir yang dapat dikirimkan via e-mail pada GNATS bug tracking system, mengumpulkannya dalam sebuah database, dan kemudian akan ada developer yang menangani masalah yang dihadapi.

File System

BSD memiliki format partisi tersendiri, dan BSD tidak menggunakan partisi IBM/Microsoft seperti Linux, sehingga harddisk harus diset dengan format BSD. FreeBSD menyebut bagian ini dengan “slice”, dan dalam slice tersebut partisi BSD dibuat. Secara umum, a adalah partisi boot, b adalah partisi swap, dan c adalah partisi bayangan yang memuat sebuah bagian dari disk.

BSD memilih partisi asli untuk disk adalah FFS (Berkeley Fast File System), yang mendukung filesystem sampai dengan 16TB, tergantung dengan sejumlah parameter, file dapat menjadi beberapa terabytes. 64-bit file offset, seperti contoh file-file yang lebih besar dari 2GB, dalam platform 32-bit yang didukung 4.4BSD. BSD FFS dan Linux ext2fs pada umumnya serupa, tidak heran mengingat konsep ext2fs didesain dengan ffs sebagai pertimbangan. FFS diperkenalkan sebagai implementasi modern UNIX file system, yang lebih memberikan banyak pilihan dimana setting sebuah file dapat dihapus, tidak dapat diedit, dan lain-lain. Beberapa pilihan tersebut juga tersedia pada Linux ext2fs.

Lain-lain

Dalam banyak FAQ (frequently asked questions) terdapat pertanyaan yang sering diutarakan yaitu, dimana dokumentasi mengenai BSD dapat ditemukan. Pertanyaan ini sangat mudah ditemukan jawabannya dan berikut menjawab pertanyaan tersebut: — BSD menyertakan halaman-halaman manual dalam setiap distribusinya. — Setiap distribusi BSD mempunyai sebuah FAQ atau beberapa, dalam website resminya. — FreeBSD documentation project telah menghasilkan FreeBSD Handbook, sebuah tutorial dan referensi yang juga dapat diterapkan pada NetBSD dan OpenBSD . — Sebuah tulisan. The Design and Implementation of the 4.4BSD Operating System, karangan Marshall Kirk McKusick , dapat dijadikan patokan untuk melakukan pengembangan atau pemahaman mengenai system BSD secara lebih lanjut. — Sebuah tulisan lain mengenai BSD, The Complete FreeBSD , karangan Greg Lehey, juga mengangkat masalah serupa. — Search engine juga dapat membantu mencari jawaban setiap pertanyaan yang berkaitan dengan BSD. — Arsip mailing-list yang berkaitan dengan distribusi BSD secara lebih spesifik yang dapat dicari tahu pada website resminya.

Kesimpulan

BSD adalah implementasi langsung dari sebuah UNIX operating system, dimana mungkin ada banyak perbedaan dengan Linux, namun perlu ditegaskan kembali bahwa perbedaan tersebut justru bukan untuk membandingkan mana yang terbaik atau mana yang terburuk, karena setiap distribusi baik BSD maupun Linux mempunyai tujuannya masing-masing. Tulisan ini juga tidak dimaksudkan untuk membuka holy-war operating system, karena tulisan ini dibuat untuk membahas beberapa perbedaan operating system dengan basis BSD, dan Linux sehingga diharapkan setelah Anda membaca tulisan ini, setidaknya ada pilihan baru yaitu BSD ketika Anda hendak memilih operating system, dan setelah mencoba, Anda sendiri yang akan menentukan operating system mana yang cocok untuk Anda.

17 December 2007

Mengenal Sistem Operasi

Filed under: IPTEK, Sistem Operasi

Mengenal Sistem Operasi Windows!!!

What is Operating System..???

Untuk menjalankan program-program dan aplikasi yang terdapat di komputer diperlukan satu sistem operasi. Apa sih sebetulnya sistem operasi itu ? Sistem operasi adalah sebuah sistem yang diperlukan untuk dapat menjalankan semua aplikasi program / software yang ada di komputer kamu, misalnya MS-OFFICE, Mungkin kamu sudah sering mendengar Sistem operasi yang ada saat ini. Coba sebutkan salah satunya ! Benar, ada yang namanya Sistem operasi Windows, UNIX/LINUX, DOS, OS/2. Tapi kali ini kita akan membahas satu sistem operasi saja yaitu sistem operasi Windows.

Macam-macam Sistem Operasi Windows

Sistem Operasi “Windows” dibuat oleh perusahaan Microsoft yang terletak di Amerika dan dipimpin oleh Bill Gates. Mengapa Sistem Operasinya dinamakan “Windows” ?. Mungkin karena yang pertama tampil di layar monitor ketika komputer dihidupkan adalah gambar seperti jendela-jendela kecil. Nah, sistem operasi windows ini mengalami beberapa perubahan-perubahan dan perbaikan. Dulu, akhir tahun 1980 (Awal tahun 1990 - 1994) terkenal sistem operasi Windows 3.0, Windows 3.1.1 dikenal dengan generasi Windows 3.X, kemudian mengalami perubahan-perubahan menjadi Windows 95 setelah itu Windows 98 (Windows 9.X), berubah lagi menjadi Windows 2000 dan saat ini Windows ME (Millenium Edition / Edisi Millenium) sedang banyak digunakan.

Windows ini merupakan seri up-grade (peningkatan kualitas) dari Windows 98. Dalam Windows ME telah dimasukkan software untuk memainkan musik digital dan video, pengaturan untuk jaringan di rumah serta kemudahan memperbaiki dari adanya kemungkinan kerusakan sistem. Selain itu ada juga yang namanya “Windows NT”, yaitu Sistem operasi yang dikhususkan untuk jaringan lokal.

Sekarang  Microsoft telah memperkenalkan dan meluncurkan produk MS Windows dan Office yang terbaru. Produk itu disebut Windows Vista dan Office 2007. XP kepanjangannya “experience”. efek dan tampilan di windows Vista sangat bagus anda pasti ingin memilikinya kan……?Apalagi dengan Office 2007, mungkin ketika melihat tampilannya anda akan bingung namun ketika anda tahu begitu ringkasnya maka anda akan berpendapat lain.Dengan kemudahan yang didapat dan so fleksibel mungkin. Ayo buruan upgrade Office kamu biar gak ketinggalan jaman.Key………………!

Viswta OFFICE




Theme designed by Taufan Kurniawan